Wakil Presiden Boediono mengatakan, demokrasi harus didasari dengan perjuangan yang bersih dan tidak menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan. “Demokrasi disfungsional dilandasi dua penyebab utama,” kata Boediono ketika membuka Konggres II Persatuan Alumni GMNI di Grand City Surabaya, Jum’at (26/11).
Dua penyebab gagalnya demokrasi, itu,
kata dia, pertama adalah money politik yang membabi buta. “Demokrasi
adalah upaya untuk menyalurkan pandangan rakyat, kalau semuanya bisa
dibeli dengan uang, landasan dasar demokrasi akan mati,” katanya.
Penyebab kedua, kata dia, adalah
birokrasi yang selalu dipengaruhi faktor politik, di mana demokrasi
selalu disetir oleh penguasa politik, dan demokrasi yang didekte oleh
kepentingan pemodal. “Padahal, demokrasi harusnya melayani semuanya,
bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan semata,” ujarnya.
Meski mengaku bukan politisi, Boediono
mengaku sejak dirinya menjabat Wakil Presiden dirinya mulai belajar
tentang politik. “Saya bukan politikus, tapi saya harus tau politik
minimal pandangan-pandangan politik,” kata mantan Gubernur Bank
Indonensia ini.
Dalam sambutannya di hadapan peserta
Konggres PA GMNI ini, Boedionno bercerita, republik ini dulunya
didirikan atas dasar kesepakatan berbagai elemen bangsa dengan satu
landasan adanya kesamaan nasib, yaitu sama-sama jajahan. Karennya,
untuk membangung republik, rasa primordialisme harus dihilangkan.
Permusuhan di antara elemen bangsa juga harus dihapus.
“Bung Karno pernah berkata,
nasionalisme Indonesia akan subur di taman sari internasional, jadi
kalau pengen besar, medan pertempuran kita adalah di luar. Bukan di
dalam negeri,” kata Boediono.
Selain dihadiri Wapres Boedino,
pembukaan Konggres PA GMNI ini juga sejumlah tokoh alumni GMNI seperti
Gubernur Jatim Soekarwo, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Gubernur Kaltim
Awang Faroek, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, serta
Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih. Selain itu juga hadir Siswono
Yudohusodo, TB Silalahi, serta Eros Jarot.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar