Entri Populer

Jumat, 17 Desember 2010


Indonesia entrusted to organize the World Cultural Forum 2012

Posted on 10 Dec 2010 at 08:41
WISDOM 2010, the World Conference on Culture, Education and Science, held in Yogyakarta from 5-8 December, and participated by 750 international and Indonesian delegates, was closed with a an official Declaration.  The Conference carried the theme: Local Wisdom Inspiring Global Solution.&nbsp...

15 Ribu SDM Pariwisata akan Disertifikasi pada 2011



"Tahun depan kami menargetkan untuk mampu menyertifikasi 15.000 SDM pariwisata," kata Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), Firmansyah Rahim, di Jakarta, Kamis (7/10).

Ia mengatakan, sertifikasi tersebut diberikan kepada tenaga kerja yang bergerak di sektor pariwisata dengan basis kompetensi.


Menurut Firmansyah, persaingan tenaga kerja menuntut persyaratan keahlian dan keterampilan yang profesional yang dibuktikan dengan sertifikasi kompetensi.


"Unsur SDM sangat dominan dalam pengembangan kepariwisataan sehingga penyediaan, pembinaan, dan peningkatan kualitas SDM yang kompeten menjadi perhatian utama," katanya.


Di samping itu, kata Firmansyah Rahim, belum banyak daerah di Tanah Air yang memiliki tenaga kerja sektor pariwisata yang berkompetensi baik. "Oleh karena itu, diperlukan percepatan melalui fasilitasi sertifikasi kompetensi," katanya.


Upaya tersebut juga merupakan salah satu langkah dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.


Sampai 2010, sektor yang telah memiliki Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebanyak 10 meliputi hotel dan restoran, spa, biro perjalanan wisata, tour leader, kepemanduan wisata, kepemanduan wisata selam, kepemanduan ekowisata, kepemanduan arung jeram, dan kepemanduan museum.


Sebelumnya, Kemenbudpar menargetkan dalam 100 hari kerja pertama dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II mampu menyertifikasi 4.000 tenaga kerja pariwisata terdiri atas bidang hotel dan restoran sebanyak 3.420 orang (tercapai 100%) dan bidang spa sebanyak 580 orang (tercapai 100%).


Pelaksanaan sertifikasi berlangsung mulai Oktober hingga Desember 2009 menyertakan LSP Pariwisata Indonesia, LSP Pariwisata Nusantara, LSP Hotel & Restoran, LSP Spa Nasional, dan LSP Cohespa.


Pihaknya juga menggandeng komponen industri perhotelan dan spa serta para lulusan STP Bandung, STP Bali, Akpar Medan, dan Akpar Makassar.


Pada 2010 pihaknya menargetkan produksi sertifikasi kompetensi bidang pariwisata akan mencapai 5.000 orang.


Ia menambahkan, meningkatkan kualitas SDM pariwisata merupakan agenda yang mendesak terlebih dalam menghadapi tantangan di tataran regional ASEAN yang telah sepakat menerapkan kemudahan mobilitas tenaga kerja pariwisata di kawasan ini melalui Mutual Recognition Arrangement (MRA).


Sampai saat ini daya saing dan kualitas tenaga kerja pariwisata Indonesia masih rendah atau menempati peringkat 40 dari 133 negara yang menjadi sampel telaah.


Pihaknya menekankan fokus untuk melaksanakan fasilitas sertifikasi kompetensi SKKNI bidang hotel, restoran, dan spa di 10 destinasi pariwisata yang paling diunggulkan.


Sebanyak 10 destinasi tersebut yakni Kepulauan Riau, Sumut, Sumbar, Sumsel, Kaltim, Sulut, Sulsel, NTB, NTT, dan Papua Barat.


Destinasi unggulan lain yang eksistensinya sudah lebih dahulu diakui yakni Bali dan Bandung juga digarap serius dalam hal kualitas SDM pariwisatanya.


Pihaknya melibatkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang pariwisata yang telah mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP).


Apalagi sesuai dengan UU nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan mempersyaratkan bahwa secara bertahap setiap tenaga kerja bidang pariwisata wajib memiliki standar kompetensi kerja.


Hal itu karena sektor pariwisata dewasa ini menghendaki penanganan oleh tenaga profesional yang andal, berstandar, dan bersertifikat internasional untuk menjamin terpenuhinya tuntutan kebutuhan standar pelayanan wisatawan, demikian Firmansyah Rahim. (Ant/OL-3)

tema pariwisata indonesia 2011

Pariwisata Indonesia Diprediksi Tumbuh 6 Persen
Jakarta (ANTARA News) – Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UN-WTO)  memprediksi sektor pariwisata Indonesia akan tumbuh 5-6 persen atau tiga poin di atas pertumbuhan pariwisata dunia. “Sekjen UN-WTO menyampaikan Indonesia akan mengalami pertumbuhan pariwisata tiga poin lebih maju di atas pertumbuhan pariwisata dunia,” kata Direktur Promosi Luar Negeri...
 

Berlin (ANTARA News) – Sekjen Organisasi Pariwisata Dunia (World Tourist Organization-WTO ) Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) Taleb Ibrahim memuji keberhasilan Indonesia dalam memajukan sektor pariwisata. Pujian itu disampaikan Sekjen WTO usai mengadakan pertemuan dengan Menteri Pariwisata Indonesia Jero Wacik didampingi Dubes RI untuk Jerman Eddy Widodo di pavilion...
 

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik telah menunjuk penyanyi senior Eddy Silitonga sebagai Duta Kebudayaan Indonesia 2010, yang akan mempromosikan budaya dan pariwisata nasional dengan berkeliling dunia menggunakan angkutan darat. Siaran pers dari Eddy Silitonga yang diterima ANTARA di Jakarta,
 
 

Jakarta (ANTARA News) – Kebudayaan direncanakan menjadi tema pariwisata pada 2010 di samping tema wisata bahari (marine) yang akan dilanjutkan. “Kita akan kedepankan kebudayaan atau culture termasuk heritage sebagai tema pariwisata tahun depan,” kata Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar, di Jakarta, Rabu.
 

Salah satu kesenian Nusantara. (ANTARA/Fanny Octavianus/*) Jakarta,(ANTARA News) – Sebanyak 110 pengusaha perhotelan dan agen perjalanan wisata Indonesia akan berpameran di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam kegiatan Matta (Malaysian Association of Tour and Travel Agents) Fair 2009, 4-6 September 2009. “Sebanyak 110 pelaku pariwisata dari Indonesia kami fasilitasi...
 

Denpasar (ANTARA News) – Aset pariwisata Indonesia perlu dibuka secara luas jika pemerintah serius ingin meningkatkan perolehan devisa negara dari sektor itu, kata seorang praktisi kepariwisataan. “Banyak aset pariwisata yang ada di darat, laut, dan udara yang hingga kini belum tersentuh,” kata praktisi pariwisata Bali Jro Gede Karang T Suarshana,
 
 

2011 Tahun Kunjungan Wisata Sultra


PDF
KENDARI: Berbagai potensi objek wisata di Sulawesi Tenggara yang menjanjikan membuat pemerintah daerah tersebut menetapkan 2011 sebagai tahun kunjungan wisata.
"Tiga wilayah yang menjadi tujuan utama para wisatawan lokal maupun mancanegara adalah Kabupaten Wakatobi yang terkenal dengan keindahan alam bawa laut, Kota Kendari, dan Kota Baubau dengan berbagai produk khas cinderamata dan makanan khas yang bisa dibawa pulang para pengunjung," kata Kadis kebudayaan dan Parawisata Sulawesi Tenggara (Sultra) Ibrahim Marsela di Kendari, Senin (17/5).
Untuk mempermudah akses kunjungan wisatawan ke wilayah yang memiliki berbagai kekhasan yang unik, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sultra mengharapkan keterlibatan investor untuk menanamkan modalnya di daerah itu. Gubernur Sultra Nur Alam telah memberi jaminan kepada para investor yang mau berinvestasi di daerah itu dengan mempermudah proses perizinan pembangunan hotel berbintang bagi semua pengusaha baik lokal maupun asing.
Sarana hotel berbintang sangat berperan dalam mempercepat masuknya para wisatawan ke suatu daerah. Oleh karena itu dengan hadirnya sebuah hotel kelas internasional seperti Swiss-Belhotel akan memberi nilai tambah dan percepatan kunjungan wisatawan ke daerah.
"Kelengkapan yang harus menjadi perhatian kita semua adalah membangun jaringan ke sejumlah daerah yang terkenal di Sultra yakni Wakatobi, Bali, dan Bunaken Sulawesi Utara yang tiga wilayah itu terkenal dengan wisata laut," katanya. Konsep ini tentunya akan dikembangkan bekerja sama dengan sejumlah pihak perhotelan karena para pengusaha hotel di tanah air tentu lebih tahu dan memiliki jaringan yang lebih luas.
Menurut Ibrahim, program kunjungan wisata Sultra 2011 diperkirakan akan berhasil. Apalagi, daerah Kabupaten Wakatobi sebagai salah satu ikon parawisata laut di Tanah Air yang sudah sering dikunjungi wisata sebagai peserta sail dari beberapa negara di dunia. (Ant/OL-04)

US $ 229,3 Juta untuk Anggaran Pariwisata Indonesia 2011

Budaya Indonesia dan Anggaran Pariwisata Naik 29% untuk 2011.
(2010/09/06)
DPR Indonesia (DPR) telah menyetujui anggaran sebesar Rp. 2064000000000 rupiah (US $ 229,3 juta) untuk Departemen Kebudayaan dan Pariwisata untuk 2011.

Berbicara di Metro TV pada pertemuan Komisi X DPR, Indonesia Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, mengatakan: "Dari sudut pandang baik promosi atau pengembangan budaya, anggaran yang mengecewakan, tetapi sebagai patriot saya tidak bisa mengatakan itu adalah memadai. Aku harus sadar bahwa negara ini masih mampu mengalokasikan lebih. "
Wacik menjelaskan bahwa hukum nasional memerlukan prioritas diberikan kepada sektor pendidikan yang harus menerima 20% dari anggaran negara, diikuti oleh sektor kesehatan dan infrastruktur. Dia mengeluh bahwa departemennya harus puas diri dengan menggunakan jumlah yang dialokasikan dengan cara yang "optimal, efisien, efektif dan semangat".
"Saya tidak bisa mengeluh dengan anggaran sebesar ini, aku harus antusias dan menggunakan anggaran secara efektif dan efisien," kata Wacik.
2011 anggaran promosi untuk pariwisata Indonesia jauh di bawah jumlah yang dikeluarkan oleh negara-negara tetangga, seperti Thailand, Singapura atau Malaysia.
Pada tahun 2004, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menerima hanya Rp. 600.000.000.000 (AS $ 6,6 juta). Jumlah ini terus meningkat dari tahun ke tahun dengan jumlah 2011 sebesar Rp. 2.064 triliun.
Pada tahun 2010, Departemen dialokasikan sebesar Rp. 1600000000000 (US $ 177.700.000).
Para legislator nasional yang disebut pada Wacik untuk tidak hanya fokus pada pengembangan pariwisata tapi juga mendedikasikan nya Departemen untuk mengembangkan budaya Indonesia. panggilan mereka juga diarahkan Wacik untuk memfokuskan upaya pada merevitalisasi beberapa museum utama bangsa.
Di antara daftar belanja proyek akan diimplementasikan melalui Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, anggota DPR yang tercantum program pendidikan budaya bagi sekolah-sekolah Indonesia, penelitian tentang bagaimana mengembangkan karakter nasional, dan peningkatan situs-makam mantan presiden Indonesia Abdurahman Wahid (Gus Dur) untuk mengakomodasi peningkatan jumlah pengunjung bepergian ke tempat pemakaman-Nya untuk menyembah.

Depbudpar Naikkan Target 7 Juta Wisman Tahun 2010

Indonesia akan menaikkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari 6,5 juta wisman tahun ini menjadi sekitar 7 juta pada 2010, demikian dikatakan Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) DR. Sapta Nirwandar ketika rehat dalam round table discussion tentang kebijakan pemasaran tahun 2010 dengan stakeholder pariwisata di Balairung Gedung Sapta Pesona Jakarta, Selasa (13/10).

Dikatakan, kenaikkan  target kunjungan wisman 7 juta tahun 2010 itu setelah mempertimbangkan berbagai faktor diantaranya situasi global  yang semakin membaik serta kondisi dalam negeri yang kondusif baik dari sisi politik, ekonomi, sosial dan budaya.
Pertimbangan lain, kata Sapta, didasari oleh pertumbuhan positif pariwisata pada tahun ini sekitar 1%-2%,  sehingga target 6,5 juta hingga akhir Desember 2009 kemungkinan akan terlampaui.
“Pariwisata Indonesia merupakan satu dari sebagian kecil negara di kawasan Asia Pasifik yang sektor pariwisatanya tumbuh positif seperti halnya Malaysia dan Korea,” kata Sapta Nirwandar.
Di tengah lesunya pertumbuhan pariwisata Asia Pasifik, tercatat pada Januari-Agustus 2009, sektor pariwisata Indonesia tumbuh 1,38%  dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Depbudpar bersama stakeholder pariwisata menetapkan target jumlah kunjungan wisman dalam lima tahun mendatang adalah 7 juta wisman (tahun 2010), 7,7 juta wisman (tahun 2011), 8,5 juta wisman (tahun 2012,) 9,3 juta wisman (tahun 2013), dan 10,3 juta (tahun 2014).

Kemenbudpar: Komodo Jadi Tema Wisata Nasional 2011




Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) menyatakan akan menjadikan Komodo sebagai tema wisata nasional 2011. “Tahun depan kita akan jadikan Komodo sebagai tema utama pariwisata kita,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasaran Kemenbudpar, Noviendi Makalam, di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, dengan menjadikan Komodo sebagai tema wisata nasional, maka semua event acara yang terkait dengan pariwisata akan dikemas dengan tema Komodo.
Pihaknya menyatakan akan terus mempromosikan Komodo sebagai salah satu calon keajaiban dunia baru versi alam yang segera diumumkan pada 11 November 2011.
“Tahun depan kita akan all out untuk mempromosikan Komodo termasuk menjadikannya tema dari berbagai event yang akan digelar tahun depan,” katanya.
Taman Nasional Komodo menjadi salah satu nominee New Seven Wonders of Nature bersama 28 finalis lain di berbagai dunia. Sebelumnya TN Komodo berhasil menyisihkan 426 nominee dari 223 negara lain di seluruh dunia.
Panitia acara tersebut menargetkan 1 miliar voter dari seluruh dunia dan hasilnya akan diumumkan pada 11 November 2011.
Noviendi mengatakan, TN Komodo harus bersaing dengan sejumlah kompetitor berat di antaranya Sungai Amazon, Black Forest di Jerman, Grand Canyon, Great Barrier Reef di Australia, Bay of Fandy, Cliff of Moher Island, Dead Sea, El Yungue, Jeju Island di Korea, Kilimanjaro di Tanzania, Maldives, Masurian Lake District, Uluru di Australia, Yushan di China Taipei, Vesuvius di Italia, Table Mountain di Afrika Selatan, Butina di Arab Saudi, dan Sundarban.
Sementara itu, Dirjen Pemasaran Kemenbudpar, Sapta Nirwandar, pada kesempatan yang sama mengatakan, Indonesia juga telah mengikuti bidding untuk menjadi tuan rumah pengumuman “new seven wonders of nature”.
“Pada intinya jika kita berhasil memenangkan Komodo maka dampaknya akan sangat besar bagi pariwisata Indonesia secara keseluruhan di antaranya dari sisi citra sekaligus menjadikan Komodo sebagai kawasan wisata berbasis alam yang dikenal dunia,” katanya.
Dengan hanya menjadi nominee saja seperti saat ini, pihaknya mencatat telah terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke TN Komodo.
“Sekarang sudah mulai banyak wisatawan datang ke Labuan Bajo, dan jumlah hotel juga semakin bertambah. Kami berharap ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” katanya.(*)