Entri Populer

Minggu, 28 November 2010

BPKP Cek Kerugian Proyek Pencetakan Sawah


LINGGA – Tiga staf Badan Pangawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau turun ke lokasi proyek sawah di Desa Kuala Raya, Singkep Barat, Sabtu (25/9) lalu. Tim BPKP ini, melakukan audit untuk menentukan kerugian negara proyek pembangunan sawah tahap I senilai Rp1,34 miliar.
Tim BPKP turun ke lokasi didampingi sejumlah jaksa. Di antaranya Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Tambunan dan Junaidi yang menggunakan mobil dinas Kejari Daik Lingga. Selain mencatat gambaran daerah, tim juga mengambil gambar sawah yang belum jadi. Mereka mendapat penjelasan dari jaksa yang mendampingi.
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Daik Lingga, Zainur AR SH mengatakan, pihaknya telah lama menyurati BPKP dan meminta turun ke lokasi untuk melakukan audit untuk menentukan nilai kerugian negara.
”Setelah tim BPKP turun, sebentar lagi kita ketahui berapa kerugian negara,” kata Zainur. Seperti diberitakan, dalam proyek sawah di Desa Kuala Raya, Kejari Daik Lingga telah menahan lima tersangka. Yakni, mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lingga Deddy Zulfriadi Noor, kontraktor pelaksana PT Orbit Perkasa Muhammad Afrizal.
Selain kedua tersangka, Kejari Daik Lingga juga menahan tiga tersangka lain dalam kasus pencetakan sawah tahap I di Desa Kuala Raya, Singkep Barat. Ketiganya, adalah Sularso selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), Ahmad Azhari sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), dan Roni Suryandito (konsultan pengawas).
Tersangka dijerat Pasal 2 ayat I, Pasal 3, Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1,3 miliar tahun 2009. Nilai tersebut berdasarkan nilai kontrak untuk pemetakan sawah  yang dikerjakan PT Orbit Perkasa.
Proyek sawah di Desa Kuala Raya menghabiskan dana hingga Rp2,48 miliar. Rinciannya, pengerjaan pemetakan sawah anggaran dari Distanbun sebesar Rp1,346 miliar. Sedangkan untuk pembuatan saluran irigasi, dana yang dikucurkan Rp743,825 juta. Selain itu juga ada pengadaan konstruksi jaringan irigasi Rp397,400 juta. (sm/32)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar