JAKARTA:
Pemerintah diminta menetapkan produk unggulan usaha kecil menengah
(UKM) di setiap daerah agar industri pendukung seperti perbankan bisa
optimal membiayai seluruh komoditas yang menjadi prioritas
dikembangkan. Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan setiap daerah pasti
memiliki produk dan komoditas unggulan yang berbeda-beda yang bisa
lebih dikembangkan baik dari sisi pembinaannya maupun dukungan
penyediaan fasilitas permodalan dari perbankan.
“Kalau pemerintah menetapkan sektor prioritas dan produk unggulan
dari UKM di setiap daerah, pengembangannya akan semakin fokus dan
perbankan bisa lebih memaksimalkan pembiayaan pada komoditas tersebut,”
ujarnya hari ini.
Ryan memaparkan selama ini perbankan
melakukan analisis individual terhadap pelaku usaha di daerah untuk
bisa membiayainya karena pemerintah tidak menetapkan sektor unggulan
apa saja yang menjadi prioritas untuk dikembangkan.
Setiap sektor unggulan itu nantinya
memerlukan juga skema pembiayaan yang berbeda terutama di sektor
pertanian, perkebunan dan perikanan yang memiliki pola usaha
masing-masing.
Perbankan, kata Ryan, juga memiliki
kepentingan dalam penyaluran pembiayaan agar tepat sasaran terutama
untuk mengurangi potensi kredit bermasalah sehingga diperlukan adanya
pendalaman tentang potensi ekonomi UKM.
Untuk itu, pihaknya mulai melakukan
pemetaan sektor unggulan di sepuluh wilayah yaitu Medan, Padang,
Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Makasar, Bajarmasin
dan Manado yang memiliki potensi ekonomi berbeda-beda. (Bisnis
Indonesia).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar